Bustomi datang bukan dari keluarga yang serba berkecukupan. Dengan ayahnya yang cuma membuka bengkel cat mobil, kehidupan Bustomi muda diwarnai dengan perjuangan keras.
Kalau kemudian dia kini bisa menjadi salah satu pemain yang sukses dan bahkan dapat kebanggaan masuk timnas Indonesia, itu tak lepas dari peran ibundanya, Sumiati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demi memenuhi keinginan putranya, Ibu Sumiati merelakan menjual anting-anting seberat satu gram. Uang Rp 100.000 yang didapat dari penjualan tersebut dibelikan sepatu bola untuk Bustomi.
Pengorbanan tersebut tak sia-sia. Meski sempat dibuat dag-dig-dug lantaran nama anaknya disebut terakhir, Bustomi lolos seleksi Persema. Dari situlah perjalanan karirnya sebagai pesepakbola dimulai, hingga akhirnya bisa menembus skuad timnas.
Maka saat peringatan hari ibu dirayakan oleh seluruh bangsa Indonesia pada Rabu (22/12/2010), itu jadi momen yang cukup mengharukan buat pesepakbola 25 tahun yang kini memperkuat Arema Indonesia itu. Dalam akun twitternya, @bustomi19, dia mengaku masih sering terharu jika mengingat pengorbanan ibunya.
"Setiap liat ibu.....cerita tentang anting2 gtau knapa air mata ini terjun bebas dgn sendirinya........!!!!No 1:ibu ... ," demikian tulis Bustomi.
Karena masih dalam persiapan menghadapi final Piala AFF, Bustomi tak bisa bertemu dengan ibunya tepat di hari ibu kemarin. Namun dengan perfoma mantap yang dia pertunjukkan bersama timnas, Ibu Sumiati pasti bangga tak tidak akan pernah menyesali pengorbanannya.
(din/rin)










































