Demikian disampaikan mantan pelatih timnas Indonesia, Benny Dolo, melihat perkembangan pemberitaan tentang pasukan Garuda akhir-akhir ini. Menurut Benny, persoalan nonteknis harus menjadi perhatian seorang pelatih.
"Saya melihat pemberitaan terlalu heboh ini memang menurut saya ada nilai positif dan negatifnya," kata Benny saat dihubungi detiksport, Jumat (24/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aktivitas nonteknis yang sempat menjadi buah bibir terjadi sehari setelah memetik kemenangan 1-0 atas Filipina di pertandingan kedua semifinal Piala AFF. Timnas dapat undangan mengunjungi kediaman Keluarga Bakrie di wilayah Menteng. Acara tersebut sontak mendapat kritik karena kental berbau politis.
Malam tadi kembali timnas mengikuti acara yang tidak akan kaitannya langsung dengan persiapan pertandingan final pertama. Di Pesantren Assidiqiyah timnas melakukan doa bersama jelang laga kontra Malaysia, yang juga diduga berbau politis menyusul terlihatnya spanduk bertuliskan nama ketua umum PSSI di dalam pesantren.
Timnas juga menjadi perhatian banyak media, mulai dari olahraga sampai infotainment. Khusus masalah pemberitaan, pelatih Alfred Riedl juga sempat berkomentar tegas. Dia mengeluarkan aturan bahwa pemain timnas tidak boleh diwawancarai di dalam hotel.
Langkah ini, kata Benny, harus terus dilakukan oleh Riedl. Aktivitas yang kira-kira bisa mengganggu konsenterasi timnas harus mulai dihindari.
Berdasarkan pengalamannya, cara relaksasi yang paling baik memang menjauhkan timnas dari ekspos berlebihan. "Saya pernah waktu melatih tim Sea Games. Karena pemberitaan terlalu gencar, saya bilang anak-anak mau dibawa ke luar. Saya ajak ke Pulau Seribu, menghindari dari pemberitaan," tegasnya.
"Itu rileks benar-benar. Itu bisa memulihkan kondisi mereka,"
Ditambahkan Benny, Riedl selaku pelatih bisa menolak permintaan macam-macam dari pengurus PSSI atau pihak lain. Pertimbangan konsentrasi tim harus jadi hal utama.
"Saya pernah menolak permintaan untuk dicover dalam latihan. Tergantung pada pelatih," tutup pria asal Manado ini.
(mad/a2s)










































