Pantauan detiksport, terlihat sekitar 50-an pedagang menjajakan barang dagangannya. Mulai dari syal, terompet, baju kesebelasan kedua tim, kuning dan hitam khas Malaysia dan merah khas Indonesia , sampai dengan wig sesuai warna tim masing-masing.
Mereka menggelar lapak dagangannya di bawah tenda sarnafil (tenda berbentuk kerucut) berukuran 5x5 meter. Setiap tenda dibagi dua hingga tiga pedagang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah dari Kamis kemarin saya jualan, tapi mulai ramai pembeli hari Jumat malam," kata Khairul (35) pedagang asal Selangor ini kepada detiksport, Sabtu (25/12/2010), waktu Malaysia.
Lain hal dengan Azlan (40), pedagang asal Kedah. Dia baru memulai membuka lapak di area stadion siang tadi. Dia lebih mengejar pembeli suporter Indonesia di KBRI.
"Semalam mulai ramai di KBRI, sampai tidak ada stok lagi," kata Azlan.
Lee Jipang (38) yang berdagang tak jauh dengan Azlan, mengaku sejak 2 hari membuka dagangannya laris manis terjual.
"Tidak cuma baju kesebelasan Malaysia, baju Indonesia juga banyak terjual," kata Jipang.
Baju-baju tersebut dijual dengan harga bervariasi, dari mulai RM 20 (Rp 58 ribu) sampai dengan RM 75 (Rp 217 ribu). Bukan hanya baju, bendera dua negara yang nanti berlaga di pertandingan juga terlihat di lapak penjualan merchandise.
"Saya maunya tidak cuma jualan di final sekarang saja, maunya final nanti di Jakarta mau juga dagang di sana, asal masyarakat tidak buat gaduh saja," kata Rafi, pedagang asal Perak ini.
(ahy/arp)











































