Buruknya sistem dan manajemen ticketing diperparah dengan buruknya antisipasi di lapangan. Tiga hal yang terlihat adalah tenaga medis yang minim, petugas keamanan yang timpang dengan massa, serta koordinasi pembagian voucher yang acak-acakan.
Panitia menjual tiket final dengan dua kategori, yakni online dan manual sejak tanggal 23-26 Desember 2010. Ada sekitar 77 ribu voucher tiket yang dijual dan tersebar di empat loket sekitar stadion Gelora Bung Karno (GBK).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
pendistribusian voucher kategori III seharga Rp 50 ribu kemarin. Massa yang
kecewa merusak pagar hingga menginjak-injak rumput stadion GBK. Korban pun
berjatuhan, termasuk seorang penjaga loket bernama Faisal yang mengalami luka
cukup parah di bagian kepala.
Cerita tidak sampai di situ. Ada juga suporter yang menjadi korban pencurian ponsel dan dompet saat mengantre voucher. Bahkan, ada fans yang sudah menyetorkan uang ke panitia, namun tidak diberikan tanda terima maupun voucher tiket.
"Saya sudah bayar Rp 250 ribu, tapi sama penjaganya disuruh fotokopi KTP dulu. Pas saya selesai fotokopi sudah nggak ada penjaganya. Petugas keamanan juga nggak bisa bantu apa-apa," cerita Lia, fans asal Bogor, Jawa Barat, di stadion GBK kemarin.
Dua orang fans di pintu utara (depan TVRI) yang pingsan saat mengantre juga sempat terlantar. Tak ada tenaga medis yang bersiaga di loket-loket penjualan voucher tiket. Akhirnya, bantuan hanya diberikan ala kadarnya oleh para pedagang yang merasa iba.
Soal tenaga pengamanan juga menjadi sorotan. Tak ada pihak kepolisian yang bertugas saat proses pendistribusian voucher di loket berlangsung. Panitia hanya mengandalkan satgas pengamanan swasta yang jumlahnya terbatas.
Yang juga buruk adalah koordinasi antarpanitia. Banyak penonton yang kebingungan untuk mendapatkan informasi tentang penjualan tiket karena tak ada posko khusus panitia yang bisa dijadikan tempat bertanya. Hal ini jelas terlihat saat panitia mengubah lokasi penjualan tiket ke stadion GBK.
Nah, masih ada potensi kericuhan serupa saat penukaran voucher dengan tiket asli pada Selasa (28/12/2010) besok. Semua voucher yang telah dibeli sejak hari pertama-kecuali yang sudah dijual langsung kemarin -- akan ditukar. Jumlahnya diperkirakan mencapai 60 ribu tiket tersisa.
Karena itu, jangan sampai kesalahan yang sama kembali berulang. Panita harus menemukan cara yang tidak asal-asalan supaya tak ada lagi korban yang berjatuhan.
Lokasi penukaran voucher dengan tiket (28 Desember):
1. Loket penukaran kategori I: Masjid Albina
2. Loket penukaran kategor II: Pintu Timur
3. Loket penukaran kategori III: Utara depan pintu TVRI
(a2s/roz)










































