Demikian dikatakan Nurdin saat ditemui wartawan usai ikut menyaksikan latihan tim di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Senin (27/12/2010), setelah melakoni pertandingan di Bukit Jalil tadi malam, di mana skuad Garuda kalah 0-3.
"Jadi memang ada hal yang teman-teman pers tidak tahu, bahwa sebetulnya timnas kita itu dari awal sudah dapat teror. Sejak dari awal latihan, menunggu bus sangat lama. Saya sampai maki-maki petugasnya," tutur Nurdin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puncaknya, lanjut Nurdin, saat pertandingan penonton Malaysia mengganggu timnas dengan sinar laser. Ia mengatakan, hal ini sudah diantisipasi jauh-jauh hari dengan menyampaikan ancaman pada otoritas Malaysia, bahwa Indonesia tidak mau bertanding atau menghentikan laga jika ada laser.
"Sebetulnya kemarin, karena Bapak Presiden menonton (dari Cikeas) dan melihat betul sinar laser itu, beliau langsung menelepon Menpora, dan Menpora langsung beritahu saya untuk protes. Dan itu saya lakukan," lanjut Nurdin.
"Setelah pertandingan dilanjutkan, ketika itulah konsentrasi pemain kita sudah buyar. Apalagi saat ada petasan yang hampir mengenai si Okto. Jadi ini sangat berpengaruh secara psikologis dan mental. Tapi insyaallah perjuangan kita belum selesai, dan kita masih punya peluang sama besarnya.
"Saya mengimbau masyarakat kita untuk tidak melakukan hal yang sama. Saya minta dukung dengan sportif. Dan insyallah kita bisa jadi juara."
(a2s/mad)











































