sepakbola
Piala AFF

Antrean Penukaran Tiket Lebih Tertib

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video
Piala AFF

Antrean Penukaran Tiket Lebih Tertib


- detikSepakbola

Jakarta - Berbeda dari hari-hari sebelumnya, kali ini antrean penukaran voucher dengan tiket final kedua AFF Suzuki Cup berlangsung lebih tertib. Tidak ada lagi saling dorong dan saling sikut.

Demikian pengamatan yang didapat detikSport di empat titik penukaran tiket, yakni di loket Timur, Utara, Barat dan di dekat Masjid Albina, Selasa (28/12/2010).

Pada sekitar pukul 9.40 WIB, loket-loket tersebut dibuka. Ribuan pengantre dengan tertib menunggu giliran untuk menukarkan voucher pembelian tiket dengan tiket partai final kedua, Rabu (29/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pemilik voucher tiket kategori I dapat menukarkan tiket di Masjib Albina, sedangkan pemilik kategori II menukarkan di loket timur. Pemilik voucher tiket kategori III menukarkan di loket utara, sementara pemesan tiket via online (kelas VIP dan VVIP) menukarkan di loket barat.

Antrean penukaran di kategori III terlihat paling panjang karena di kelas inilah paling banyak jumlah karcis yang dijual. Namun kejadian hari Minggu di mana banyak tiket langsung diserahkan kepada pembeli setelah terjadinya kerusuhan membuat antrean juga tidak terlalu mengular.

Antrean di Masjib Albina juga tidak kalah panjang dengan ekor antrean sudah mencapai trotoar Jalan Pintu Satu Senayan yang menghubungkan Jalan Jend Sudirman dengan Jalan Asia Afrika.

Cuaca yang cukup mendung juga turut mendukung tertibnya antrean. Selain itu, para pengantre juga merasa dijamin mendapat tiket karena telah memegang voucher.

"Ya mas, mau diapain lagi. Kita sudah dapat voucher, masa' nggak dapat tiket. Jadi santai saja," aku salah seorang pengantre bernama Andi asal Tangerang.

"Saya antre dari jam 11 malam mas, biar dapat duluan saja. Sekarang sudah dapat tiga tiket. Santai kok, tidak terlalu ribet, asal bawa nota pembelian dan fotokopi KTP saja," imbuh Dedi asal Ciputat.




(arp/arp)











Hide Ads