Demikian dikatakan General Manager LPI, Arya Abhiseka, dalam wawancaranya dengan detiksport, Jumat (31/12/2010), menanggapi pernyataan terakhir dari PSSI, yang menyebutkan bahwa kompetisi baru itu "banci".
Cap tersebut dikatakan oleh Sekjen PSSI Nugraha Besoes di depan wartawan kemarin. Beberapa waktu lalu Ketum PSSI Nurdin Halid juga menyebut LPI sebagai kompetisi antarkampung alias "tarkam".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga membantah PSSI yang menganggap mereka lamban dan berkoordinasi. Surat afiliasi sudah dikirim langsung oleh CEO LPI, Widjayanto, ke PSSI pada 22 Desember.
"Itu artinya kami sudah berkomitmen untuk berusaha masuk ke dalam federasi sebuah negara, dalam hal ini PSSI. Tapi kalau tanggapan mereka begitu, ya kami sih apapun yang terjadi akan terus jalan. Tujuan kami adalah memperbaiki kompetisi sepakbola di tanah air. Itu tak bisa dikompromi."
Saat ditanya kenapa PSSI terkesan begitu ngotot ingin menghentikan LPI, dengan membawa berbagai aturan dari FIFA dan AFC, Arya mengatakan, pihaknya juga sudah mengantisipasi soal regulasi-regulasi tersebut, dan sangat yakin tidak ada masalah.
"Kita ingin kompetisi yang independen, dan FIFA-AFC tidak mempermasalahkannya. Karena independen itu, konsekuensinya adalah, federasi (PSSI) tidak lagi punya kekuasaan karena yang memberdayakan klub bukan lagi mereka. Klub-klub inilah mesin pengelola sepakbola baik dalam urusan teknis maupun keuangannya," simpul Arya. (a2s/mrp)











































