Seperti diketahui, Persibo seharusnya berhak menerima hadiah Rp 500 juta. Namun kenyataannya, PSSI hanya memberikan Rp 425 juta kepada tim berjuluk 'Laskar Angling Darma' itu.
Manajer Persibo Taufik Risnendar mengatakan, hadiah sebagai juara Divisi Utama tersebut dibayarkan oleh PT. Liga Indonesia melalui transfer antar bank tanpa menyebutkan tanggal pembayaran. Taufik menganggap terbayarkannya hadiah tersebut sebagai buah atas usaha mengemis yang terus dilakukan manjemen Persibo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufik mengaku enggan menanyakan dan meminta kekurangan hadiah sebesar Rp 75 juta. Alasannya, untuk mendapatkan hadiah yang terbayarkan sebesar Rp.425 juta, manajemen Persibo sudah harus mengabaikan rasa malu, karena terus-terusan menanyakannya ke PT.Liga Indonesia.
"Itu hak kami sebenarnya. Tapi cukuplah bagaimana kami harus mengemis lagi," sambungnya.
Selain harus menerima hadiah tak sesuai dengan yang dijanjikan, kekecewaan manajemen Persibo juga dikarenakan tidak adanya penjelasan dari PT Liga Indonesia terkait pemotongan tersebut.
"Kalau memang PSSI itu organisasi besar yang benar, harusnya ada rincian yang disampaikan kenapa hadiah kami dipotong," tandas Taufik.Β
Sementara, CEO PT Liga Indonesia Djoko Driyono saat dikonfirmasi membenarkan ada pengurangan nilai hadiah yang dibayarkan ke Persibo Bojonegoro. Djoko menepis anggapan hadiah itu dikorupsi karena pemotongan dilakukan karena adanya keharusan pembayaran pajak.
"Mereka harus tahu, hadiah apapun itu pasti akan dikenakan pajak. Termasuk yang kami bayarkan ke Persibo, terlebih dahulu juga dipotong pajak untuk kami setorkan ke Kantor Pajak," kilah Joko melalui sambungan telepon.
Terkait kekecewaan manajemen Persibo karena tidak adanya penjelasan, Djoko dengan tegas membantahnya. Dia mengaku jika stafnya di PT LI sudah memberikan rincian atas hadiah yang dibayarkan melalui transfer antar bank tersebut.
"Itu alasan mereka saja, nggak mungkin kami tidak menyampaikan rincian. Apalagi uang Rp 425 juta juga tidak kecil lho," sangkal Djoko lagi.
Persibo sendiri saat ini sudah memutuskan keluar dari ISL dan bergabung dengan LPI. Sudah distopnya pembiayaan Persibo dari APBD membuat Persibo praktis sudah tidak punya dana untuk mengarungi kompetisi.
(arp/mrp)










































