Demonstrasi ini dilakukan oleh 400 orang yang menamakan dirinya Masyarakat Pencinta Sepakbola Indonesia. Demonstran mengatakan bahwa mereka tidak mewakili kelompok suporter mana pun. Pengunjukrasa mengenakan pakaian biasa, tidak terlihat adanya atribut klub tertentu atau tim nasional Indonesia.
Dari pengamatan detiksport, para demonstran membawa spanduk di antaranya bertuliskan "Revolusi PSSI Sekarang Juga" dan "APBN dan APBD bukan untuk klub, tapi pembinaan sepakbola usia dini".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami setuju kongres, tetapi Nurdin Halid harus turun," kata Widodo dalam orasinya. "Buat apa bikin kongres di tempat sembunyi-sembunyi seperti ini? Kami mau sepakbla dibebaskan dari penjahat-penjahat sepakbola itu," lanjut dia.
Demonstrasi ini dihadang oleh sekitar 100 anggota polisi sehingga tidak bisa masuk sampai ke hotel. Menurut Kapolres Tabanan, A.A Made Suardana, pihaknya tidak menyiagakan pasukan secara khusus untuk mengantisipasi hal ini. "Demo kami hentikan biar tidak mengganggu kegiatan pariwisata di dalam. Saya tidak membawa personel khusus, biasanya juga sejumlah ini," jelasnya.
Aksi tersebut berlangsung sejak puku 10:30 WITA dan saat ini masih berlangsung. Manajer Persebaya 1927 Saleh Mukadar juga ikut ambil bagian dalam aksi itu. Sementara itu kelompok suporter Persebaya Bonek sedang menuju hotel untuk bergabung dengan aksi demonstrasi. (roz/nar)











































