Aksi kerusuhan antarsuporter tersebut bermula sejak laga masih berjalan. Dalam posisi Bontang FC unggul 2-1, pendukung Persisam mulai terpancing emosinya dengan aksi mengulur-ulur waktu yang dilakukan para pemain Bontang FC.
Puncaknya adalah saat seorang pemain Bontang FC kembali terjatuh di area pertahanan Persisam. Kedatangan tim medis ke tengah lapangan disambut lemparan botol bertubi-tubi. Begitu juga usai tim medis meninggalkan lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bentrokan sesungguhnya sempat terjadi. Namun karena kalah jumlah, Bontang Mania berlarian menyelamatkan diri meski sesekali membalas lemparan botol mineral.
Dari arah kelompok Bontang Mania, terlihat seseorang digotong tim medis. Beruntung bentrok tidak berlanjut berkat kesigapan aparat Polresta Samarinda dibantu TNI.
Kepada wartawan, Ketua Umum Bontang Mania Anto menyayangkan insiden tersebut.
"Kami datang ke sini (Samarinda) bermaksud baik dan ingin menjunjung tinggi sportifitas," kata Anto, Minggu (23/1/2011) malam.
Anto menyebut dua orang anggotanya mengalami luka di bagian wajah akibat lemparan botol mineral dan kini ditangani tim medis. Kendati demikian Anto menolak anggapan jika yang melakukan pelemparan botol mineral tersebut dilakukan Pusamania, kelompok suporter Persisam Putra.
"Bukan. Itu oknum penonton saja," tutup Anto.
(din/mrp)











































