Seperti diberitakan sebelumnya, suporter Persib melakukan aksi tak terpuji saat menyaksikan pertandingan timnya melawan Arema FC dalam lanjutan kompetisi Indonesian Super League (ISL) hari Minggu (23/1/2011) malam.
Tak puas dengan kepemimpinan wasit, mereka melakukan aksi pelemparan ke lapangan, yang membuat pertandingan dihentikan lebih dari setengah jam. Perusakan juga dilakukan suporter pada sejumlah fasilitas stadion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat situasi kondisi ke depannya. Walaupun diizinkan, kemungkinan pertandingannya tanpa menonton," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Jaya Subriyanto saat ditemui wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin (24/1/2011).
Sementara itu, pihak Kodam III/Siliwangi yang mengelola Stadion Siliwangi menaksir kerugian dari kerusuhan yang dilakukan bobotoh sekitar Rp 20 juta. Beberapa pintu pagar dijebol, kursi di samping VIP dicopot penonton untuk dilemparkan ke lapangan.
Pada saat kerusuhan di dalam stadion, seorang perwira polisi mengalami cedera. Kabag Operasional Polrestabes Bandung AKBP Daniel YK harus mendapat empat jahitan karena pelipis kirinya terkena lemparan batu penonton.
Di luar stadion, sebuah distro The Original Viking Persib Fanshop yang berada di Jalan Banda No. 9, rusak cukup parah. Perusakan itu diduga dilakukan aparat kepolisian yang sedang menghalau mundur suporter dalam situasi yang rusuh itu. Pihak Kapolwiltabes sedang mengusut kejadian tersebut.
(ern/a2s)










































