'Nurdin Bunuh Roh PSSI'

'Nurdin Bunuh Roh PSSI'

- Sepakbola
Rabu, 16 Feb 2011 18:09 WIB
Yogyakarta - Nurdin Halid dinilai telah membunuh roh dari PSSI. Alasannya, pria asal Makassar itu dianggap telah mengebiri pengcab-pengcab di daerah dalam proses pengambilan keputusan.

Pendapat tersebut dikemukakan oleh Wakil Walikota Solo sekaligus Ketua Persis Solo, FX. Hady Rudyatmo, dalam bedah buku "Dosa-Dosa" Nurdin Halid di Gedung Galangpress Center, Jl.Mawar Tengah 72, Baciro, Yogyakarta.

"Nurdin Halid membunuh roh dari PSSI. PSSI berdiri dari pengcab-pengcab. Tapi saat statuta dibuat, yang dianggap anggota dan punya hak suara justru klub ISL, Divisi Utama, Divisi I, Divisi II, pengprov, dan komisi wasit. Pengcab malah tidak dianggap," terang Hady Rudyatmo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria yang akrab disapa Rudy itu juga heran dengan keputusan PSSI untuk membekukan Pengcab PSSI Solo. Soalnya, kalau Pengcab PSSI Solo memang tidak dianggap sebagai anggota, mengapa PSSI repot-repot membekukannya.

"Nurdin Halid itu tidak mengerti organisasi. Wong saya bukan anggota kok dibekukan," sambung Rudy.

"Kalau orang yang tidak mengerti organisasi jadi pemimpin, ya organisasi yang dipimpinnya akan porak poranda," lugasnya.

Buku "Dosa-Dosa" Nurdin Halid merupakan kompilasi berbagai tulisan soal sepak terjang Nurdin Halid yang dirangkum oleh Erwiyantoro. Toro, begitu dia biasa disapa, mengompilasi berita tentang Nurdin yang dimuat di berbagai media massa, mulai dari kasus pidana yang menimpanya, komentarnya soal prestasi timnas, dan lain-lain.

Mantan wartawan senior ini juga memasukkan tulisannya sendiri yang sudah dia unggah di jejaring sosial Facebook plus komentar-komentar para Facebooker. Acara bedah buku ini juga dihadiri oleh Zainal Arifin Muchtar (Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi UGM), dan Jeremias Lemek (pengacara senior).

(a2s/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads