Pendapat tersebut dikemukakan oleh Wakil Walikota Solo sekaligus Ketua Persis Solo, FX. Hady Rudyatmo, dalam bedah buku "Dosa-Dosa" Nurdin Halid di Gedung Galangpress Center, Jl.Mawar Tengah 72, Baciro, Yogyakarta.
"Nurdin Halid membunuh roh dari PSSI. PSSI berdiri dari pengcab-pengcab. Tapi saat statuta dibuat, yang dianggap anggota dan punya hak suara justru klub ISL, Divisi Utama, Divisi I, Divisi II, pengprov, dan komisi wasit. Pengcab malah tidak dianggap," terang Hady Rudyatmo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nurdin Halid itu tidak mengerti organisasi. Wong saya bukan anggota kok dibekukan," sambung Rudy.
"Kalau orang yang tidak mengerti organisasi jadi pemimpin, ya organisasi yang dipimpinnya akan porak poranda," lugasnya.
Buku "Dosa-Dosa" Nurdin Halid merupakan kompilasi berbagai tulisan soal sepak terjang Nurdin Halid yang dirangkum oleh Erwiyantoro. Toro, begitu dia biasa disapa, mengompilasi berita tentang Nurdin yang dimuat di berbagai media massa, mulai dari kasus pidana yang menimpanya, komentarnya soal prestasi timnas, dan lain-lain.
Mantan wartawan senior ini juga memasukkan tulisannya sendiri yang sudah dia unggah di jejaring sosial Facebook plus komentar-komentar para Facebooker. Acara bedah buku ini juga dihadiri oleh Zainal Arifin Muchtar (Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi UGM), dan Jeremias Lemek (pengacara senior).
(a2s/din)











































