Saat ini beredar banyak informasi di dunia maya bahwa akan ada gelombang demonstrasi untuk PSSI, termasuk pada Senin (21/2/2011) sore ini di kantor PSSI di Senayan, Jakarta.
Kemarin, sekitar 30-an suporter mengawali demonstrasi di Bundaran HI, yang mengecam arogansi dan kecurangan PSSI menjelang kongres bulan depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suporter harus melakukan aksi nyata, aksi kongkret. Jangan cuma ngomongi di internet, di twitter. Mari kita tunjukkan bahwa suporter bisa melakukan perubahan pada PSSI. Asalkan tetap jangan anarkis. Kalau sampai anarkis, Nurdin pasti akan ketawa-tawa," cetus Ronaldikin, tokoh suporter yang ikut dalam demo di Bundaran HI kemarin.
Di Solo, hari ini sampai besok digelar sarasehan suporter se-Jawa, yang diikuti sedikitnya 25 kelompok suporter.
"Kita betul-betul prihatin dengan suasana sepakbola yang tak kunjung selesai ini. Terlalu banyak polemik. Kemarin ada pengebirian beberapa calon ketua umum, dan tim verifikasi tidak fair play," tutur Richard Achmad, sekretaris umum The Jakmania kepada detiksport melalui sambungan telepon dari lokasi sarasehan.
"Kita akan membuat deklarasi untuk perubahan. Kami berharap akan ada gerakan nyata dalam minggu-minggu ini," tandasnya.
Pelatih Persema Malang Timo Schneunemann ikut mendukung aksi suporter. Lewat twitter-nya di @coachtimo ia menulis, "Dukung Gerakan Kaos Merah jika Anda cintai sepakbola dan ingin perubahan total di PSSI, merahkan Senayan mulai esok" COME ON INDONESIA!!!!
Pengamat politik Komaruddin Hidayat juga turut menyampaikan kekecewaannya usai pengumuman hasil verifikasi calon ketua umum. "PSSI yg tersisa sbg pemersatu dan hiburan rakyat pun ternyata jg terbelit mafia. Pengab pengab pengab !!!" demikian dalam @komar_hidayat.
Rektor Universitas Islam Nasional (UIN) itu juga membuat pernyataan lain seputar PSSI hari ini. "Jgn memberhalakan FIFA, PSSI itu milik rakyat dan bangsa Indonesia, dihidupi oleh APBN, bukan uang FIFA"; "Ttg PSSI. Makanya, kalau memilih pemimpin di level apapun dan manapun jgn sembarangan. Salah pilih, rakyat sendiri yg dirugikan." (a2s/arp)











































