"Ada kecenderungan monoton. Kemarin hanya ngotot hanya lari, semangat terlalu menggebu, kontrol permainan tidak baik, terlalu mengandalkan sayap, maunya main cepat terus. Wajar kalau di 20 menit terakhir stamina kita kedodoran," terang Bambang, saat berbincang dengan detikSport lewat sambungan telepon, Kamis (24/2/2011) siang.
"Semangat harus, tapi tetap harus kontrol emosi, kontrol tempo," sambung pelatih Jakarta FC ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk laga leg kedua di kandang Turkmenistan pada 9 Maret mendatang, eks pelatih timnas U-23 ini berharap para pemain timnas bisa tampil lebih baik dan lebih mampu mengatur tempo permainan.
"Saya pikir ritme, tempo, jangan monoton. Kita terkenal umpan-umpan pendek, jangan direct passing," urai Bambang.
"Striker kita sangat cepat, Titus cepat, Yongki cepat, tapi mereka belum pintar untuk mengatur kapan harus bergerak, kapan harus bermanuver," tandasnya.
(a2s/arp)











































