Dalam aksi itu, massa juga menyegel kantor PSSI Sumut dengan mencoret pintu kantor. Sebagai bentuk kecaman, massa juga membawa keranda menandakan matinya demokrasi di tubuh PSSI sejak dipimpin Nurdin Halid. Massa juga membawa pocong dengan wajah ditutupi topeng Nurdin.
Dalam orasinya, massa SMeCK juga mendesak KPK untuk mengaudit dana anggaran PSSI. Selain itu merekajuga meminta PSSI Sumut dan PSMS Medan untuk tidak memilih kembali Nurdin menjadi ketua PSSI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KONI sebagai organisasi tertinggi olahraga, harus turun tangan untuk mengubah PSSI. Jangan biarkan seorang tersangka menjadi ketua PSSI," kata Simangunsong.
Usai menggelar aksi di depan kantor PSSI Sumut, massa kemudian bergerak ke bundaran Jl. Gatot Subroto Medan. Di lokasi ini massa menggantung pocong Nurdin Halid sebagai ungkapan kemarahan. Aksi massa SMeCK ini mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian.
(a2s/arp)










































