Di Mesir, Mubarak harus menunggu demo besar-besaran dan jatuhnya korban jiwa sebelum mundur sebagai Presiden. Sedangkan di Libya, Khadafi masih bergeming di kursinya meski sudah didemo rakyatnya.
Itulah persamaan antara Mubarak dan Khadafi dengan Nurdin di mata politisi PDIP Pramono Anung. Anung menyebut, untuk menurunkan Nurdin sepertinya harus melalui kudeta besar sama seperti kedua negara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu disampaikan Pram dalam Diskusi Dialektika Demokrasi di pressroom Gedung DPR, Senayan, Kamis (24/2/2011). Acara juga dihadiri Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso, Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah dan Burhanuddin Muhtadi dari Lingkar Survey Indonesia.
Priyo yang mendengarkan komentar tersebut pun hanya tersenyum-senyum saja. Seperti diketahui Nurdin Halid, adalah kader Golkar dan punya hubungan dekat dengan Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie.
(feb/arp)










































