Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan orang yang merupakan pendukung PSSI berdemo di kantor organisasi sepakbola tertinggi Tanah Air itu di Senayan, Jumat (25/2/2011) siang WIB.
Ratusan orang itu menyuarakan aspirasinya agar Menpora Andi Mallarangeng dan suporter sepakbola tidak mengintervensi persoalan di tubuh PSSI. Mereka juga menolak George Toisutta dan Arifin Panigoro memimpin PSSI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ikut demo dibayar Rp 40 ribu, tapi belum turun. Katanya habis demo selesai," aku Muniah saat berbincang dengan detikSport di depan kantor PSSI.
"Saya cuma ikut sama tetangga, tidak ngerti soal sepakbola. Ya lumayanlah dapat uang Rp 40 ribu buat belanja sehari-hari," imbuh Muniah jujur.
Pengakuan juga dibuat oleh anggota kelompok lainnya, Bayu. Pemuda 18 tahun itu mengikuti demo ini karena sedang libur dari pekerjaan sehari-harinya sebagai office boy di sebuah kantor di Kemayoran, Jakarta Pusat.
"Saya dibayar Rp 50 ribu. Demo ini bukan yang pertama, sudah sering. Saya belum dibayar, paling nanti kalau sudah selesai. Saya ikut demo karena hari ini tidak kerja," ujar Bayu.
Berbeda dengan tema demonstrasi yang pro kepemimpinan Nurdin Halid, Bayu sebenarnya justru ingin agar Ketua Umum yang sudah menjabat dua periode itu mundur dan diganti orang baru.
"Sebenarnya saya inginnya Nurdin diganti. Siapa calonnya tidak tahu, yang penting bisa buat PSSI lebih baik. Di bawah Nurdin, Indonesia tidak pernah juara," demikiankata Bayu.
(arp/rin)











































