Akibat keputusan Komite Banding yang menolak banding empat pihak dan membatalkan hasil keputusan Komite Pemilihan, maka proses pencalonan Ketua Umum PSSI harus diulang dari awal.
Masalahnya, waktu yang ada tinggal sedikit karena Kongres PSSI direncanakan akan digelar pada 26 Maret. Tondo memprediksi, Kongres PSSI bakal ditunda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti hal ini akan dilaporkan ke FIFA bahwa ada kevakuman kepemimpinan karena Nurdin Halid jabatannya habis April nanti. Nantinya, FIFA yang akan memutuskan apakah akan menunjuk caretaker atau bagaimana," paparnya.
Keputusan itu bakal banyak tergantung dari deal yang tercapai antara PSSI dengan FIFA. Tondo mewanti-wanti PSSI agar tidak bermain-main dengan menawarkan deal-deal tersembunyi dengan FIFA.
"Apapun keputusan FIFA, apapun usulan PSSI, akan jadi sorotan masyarakat luas. PSSI tidak bisa lagi sembunyi-sembunyi membuat keputusan yang menguntungkan dirinya sendiri dan merugikan publik," tegas Tondo.
Tondo juga mempersilakan apabila ada calon lain di luar nama Arifin Panigoro dan George Toisutta mengingat besarnya resistensi kubu Nurdin dengan dua orang itu, terutama dengan Arifin, yang sangat besar.
"Nurdin kan sejak awal dengan bangga mengaku didukung oleh 81 anggota. Itu sudah 50 persen plus 1 lebih. Dia seharusnya percaya diri. Mengapa harus merekayasa dengan syarat (mengurus sepakbola) selama lima tahun ditambah di lingkungan PSSI. Mereka ketakutan sendiri," ujar Tondo.
"Silakan saja kalau ada calon lain. Yang penting, berkompetisilah di Kongres yang terbuka dan fair," pungkas pria yang pernah menjadi pengurus PSSI itu.
(arp/a2s)











































