Sebuah artikel ditulis oleh wartawan NY Times, Aubrey Belford, pada 3 Maret 2011 yang berisi soal carut marutnya PSSI selama sembilan tahun dipimpin oleh Nurdin Halid.
NY Times pun menggambarkan sosok Nurdin sebagai seorang diktator yang memimpin dengan bantuan para rekannya yang kebanyakan adalah politisi partai dan memperkaya dirinya dari PSSI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu pertemuan terakhir PSSI dengan DPR RI Selasa kemari pun turut dibahas termasuk ancaman pembunuhan bagi Nurdin serta keluarganya. Dan kasus suap dari mantan manajer Persisam Putra Samarinda, Aidil Fitri, pun diturut ditulis oleh NY Times.
Sebagai narasumber, NY Times memakai nama pengamat sepakbola yang juga mantan anggota PSSI, Tondo Widodo.
"Anda tanya kepada orang-orang di jalan, mereka tidak harus intelektual, coba tanya ke sopir taksi, Mereka semua sudah malu dan tidak suka dengan apa yang sudah Nurdin Halid dkk lakukan selama memimpin PSSI," tutur Tondo.
Kini Nurdin dan PSSI pun tinggal menunggu nasib saja, sebab FIFA dalam rapat Komite Eksekutif kemarin sudah memerintahkan PSSI menggelar Kongres Pemilihan Ketum baru paling lambat 30 April besok.
Sedangkan mengacu pada Standar Electoral FIFA, Nurdin yang pernah menjadi narapidana pada tahun 2007 tidak bisa lagi mencalonkan diri. (mrp/roz)











































