Seperti diberitakan sebelumnya, dalam pertemuannya dengan Dubes RI untuk Swiss Djoko Susilo, serta Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo, Blatter mengatakan bahwa Nurdin Halid tidak boleh lagi mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI, karena pernah dipenjara.
"Pada prinsipnya kami mengapresiasi FIFA atas keputusan yang menjernihkan keruwetan persepakbolaan Indonesia," demikian Apung Widadi, aktivis Save Our Soccer (SOS), kepada detiksport, Rabu (9/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menghindari kontroversi lagi, dan PSSI dinilai kehilangan kepercayaan dari publik, Apung mengusulkan supaya pemerintah terlibat dalam pembentukan komite pemilihan PSSI.
"Sekarang bola sudah di tangan pemerintah (dan KONI). Mereka yang harus segera membentuk tim seleksi independen, tim verifikasi serta tim pengawas untuk melaksanakan kongres supaya berjalan dengan transparan dan akuntabel," imbuhnya.
Apung yang juga peneliti di Indonesian Corruption Watch (ICW) itu juga memberi beberapa kriteria orang-orang yang layak memimpin PSSI, antara lain tidak perna korupsi, mengerti sepakbola Indonesia, dan berkomitmen memajukan sepakbola.
Ia juga melontarkan ide supaya dalam proses seleksi figur-figur yang akan bertarung memperebutkan kursi teratas di PSSI, para calon perlu diuji visi, misi, program-program, dan komitmennya di depan publik oleh Komisi X DPR RI.
"Intinya, pemerintah (dan KONI) dan responsif terhadap keputusan FIFA, dan segera bertindak untuk menyelamatkan sepakbola kita," simpul Apung.
(a2s/din)










































