Studi Banding PSSI Dinilai 'Ada Udang di Balik Batu'

Studi Banding PSSI Dinilai 'Ada Udang di Balik Batu'

- Sepakbola
Selasa, 15 Mar 2011 17:41 WIB
Jakarta - Rencana studi banding klub-klub PSSI ke beberapa negara di Eropa dipandang tidak tepat waktu. Dalam suasana menjelang kongres, acara tersebut dinilai sebagai upaya untuk mempertahankan kubu status quo.

"Saya pribadi menyesalkan keberangkatan ke Eropa. Ini tindakan yang tidak terpuji karena dilakukan di saat PSSI mempersiapkan kongres, tapi mereka malah menyempatkan ke sana," ujar ketua kelompok suporter Kalteng Mania, Sigit Wido, kepada detiksport, Selasa (15/3/2011).

"Ini jelas ada 'udang di balik batu'. Ada yang mau dimainkan menjelang kongres," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diuraikan Sigit, studi banding pada dasarnya bukan sesuatu yang buruk, dan bahkan diperlukan juga karena sampai saat ini pengelolaan sepakbola di Indonesia masih amburadul. Akan tetapi, yang jadi pertanyaan adalah, kenapa itu dilakukan menjelang kongres.

"Kenapa tidak nanti saja setelah kongres. Ini mencurigakan. Apakah ini upaya kubu Nurdin Halid untuk mendekati para pemegang hak suara itu supaya memilihnya lagi pada pemilihan mendatang?" cetus mantan asisten manajer Persepar Palangkaraya itu.

Sigit kemudian meminta agar para pemilik suara pada kongres PSSI berani bersikap konsisten tentang keingingan mengubah persepakbolaan di tanah air.

"Mereka harus konsisten mengawal reformasi PSSI. Segala kegiatan berbau Nurdin Halid, kecuali kongres, jangan diikuti. Janganlah mereka bilang ikut revolusi, tapi di satu sisi juga ikut (kendali PSSI)."

Sigit juga berharap supaya upaya mereformasi PSSI tetap digelorakan termasuk oleh suporter dan media massa, jangan sampai teralihkan oleh isu-isu lain.

"Waktunya sudah mepet sekali. Masih ada cara konstitusional untuk mengubah PSSI melalui kongres. Tapi jika cara-cara mereka masih tidak fair, jalan satu-satunya ya tinggal pemerintah membekukan saja," simpulnya.

(a2s/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads