Aksi suporter ini dimulai sekitar pukul 14.45 WIB. Aksi ini diikuti sekitar 100 orang yang terdiri dari berbagai elemen suporter di tanah air, seperti Joglosemar, The Jakmania, Bonek, dan sebagainya. Mereka berdemo di depan Pintu Merah Stadion GBK dan tak bisa melanjutkan aksinya ke kantor PSSI lantaran dihalangi petugas keamanan.
Mereka kembali beraksi karena merasa aksi mereka sebelumnya ternyata tak digubris oleh PSSI. PSSI dinilai malah berusaha mematikan suara-suara kritis yang menuntut perubahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami suporter dan semua elemen pecinta sepakbola nasional tidak akan tinggal diam. Kami tetap akan terus melawan menuntut reformasi total di tubuh PSSI,"
tegasnya.
Helmi mensinyalir ada kelompok tertentu yang berusaha menjadi pahlawan kesiangan yang mengatasnamakan penyelamat PSSI atau pun gerakan rekonsiliasi. Meski demikian, dia dan rekan-rekannya akan terus menyuarakan tuntutan suporter.
"Pertama, menolak para penjahat sepakbola yang menjadi pengurus PSSI sekarang (status quo) memimpin sepakbola Indonesia lagi."
"Kedua, tangkap dan adili para penjahat sepakbola. Ketiga, menuntut keterbukaan informasi dan akses publik pada saat penyelenggaraan Kongres PSSI."
Setelah selesai melakukan orasi di Gelora Bung Karno, suporter bergerak ke Kejaksaan Agung. Mereka menuntut Nurdin Halid dan kroni-kroninya diadili.
(roz/krs)










































