sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 26 Mar 2011 01:16 WIB

Revolusi Sepakbola Indonesia Bukan Sekadar Menurunkan Nurdin

- detikSport
Jakarta - Selama ini yang banyak didengungkan oleh para pendukung revolusi sepakbola Indonesia adalah perombakan total susunan pengurus PSSI, terutama di posisi ketua umum. Namun, sebenarnya masih banyak hal lain yang juga tak kalah penting.

Hal tersebut terungkap dalam acara Obrolan Langsat yang bertajuk "Peran Suporter dalam Revolusi PSSI" di Rumah Langsat, Jl. Langsat 1 No. 3A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (25/3/2011) malam. Diskusi kali ini menghadirkan dua aktivis suporter, Andreas Marbun dan Zen Rachmat Sugito, serta Sekjen Jakmania, Richard Achmad Supriyanto, sebagai narasumber. Presenter kondang Pandji Pragiwaksono didapuk sebagai pemandu diskusi.

"Revolusi bukan sekadar mengganti ketua, tapi juga mengganti konsep dan format sepakbola kita. Baik itu liga, penyelenggaraan liga, tak lagi memakai APBD, tanpa korupsi, dan sebagainya," ujar Andreas.

Sementara Zen lebih menyoroti status Nurdin Halid sebagai mantan terpidana kasus korupsi. Zen beranggapan bahwa jika Nurdin Halid terus dibiarkan memimpin PSSI maka hal itu akan jadi preseden buruk bagi pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Mengganti Nurdin Halid adalah cara paling mudah sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi. Ini sama saja dengan mengubah wajah Indonesia yang korup," tuturnya.

"Membiarkan koruptor menduduki jabatan penting merupakan preseden buruk bagi pemberantasan korupsi di Indonesia," lugas Zen.

(mrp/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com