"KPPN harus ditelusuri. Mereka kan lahir dari kekecewaan. Hubungan KPPN dengan grassroot juga sangat jauh," kata Apung dalam diskusi terbatas mengkaji kasus korupsi Nurdin Halid di TIM, Jakarta, Rabu (30/3/2011).
Seperti diketahui, KPPN berisi sejumlah pengurus klub tidak sejalan dengan Nurdin Halid. Kondisi ini yang dikhawatirkan membuat KPPN sebagai alat perjuangan tokoh-tokoh elit saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus mendeteksi orang-orang yang bermasalah. Jangan sampai membawa sepakbola kepada isu elitis, ini bukan biru vs kuning," tegas Apung merujuk pada "perseteruan" antara dua partai besar, Partai Golkar dan Partai Demokrat.
(arp/krs)











































