'Kampanye' dini Diza itu ia lakukan dengan membagi-bagikan curriculum vitaenya kepada para pengunjung acara diskusi 'PSSI Mati Suri' yang digelar di Restoran Warung Daun, Jakarta, Sabtu (2/4/2011).
CV berjumlah empat lembar itu berisi tulisan 'Diza for PSSI' dengan lambang Srikandi serta tulisan 'Srikandi PSSI'. Di dalam CV itu, Diza menjelaskan tentang kiprahnya mengurusi sepakbola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin maju, cuma terhalang regulasi," kata Diza yang menjadi pembicara di acara itu bersama dengan anggota Komisi X DPR RI Zulfadli, budayawan Radar Panca Dahana dan wartawan sepakbola Yusuf Kurniawan.
"Saya mendukung reformasi PSSI bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga demi kemajuan sepakbola Indonesia," tegas perempuan yang pernah menjadi manajer Persija Jakarta dan PSM Makassar itu.
'Kampanye' Diza ini terjadi satu hari sebelum Komite Pemilihan membuka pendaftaran calon Ketum PSSI. Pendaftaran akan dibuka hingga tanggal 15 April mendatang. Seorang calon Ketum sempat disyaratkan harus punya dukungan 20 suara, tetapi kemudian direvisi menjadi hanya satu suara dukungan.
(arp/arp)











































