Menpora: Pengurus Baru PSSI Harus Kredibel

Menpora: Pengurus Baru PSSI Harus Kredibel

- Sepakbola
Rabu, 13 Apr 2011 18:33 WIB
Menpora: Pengurus Baru PSSI Harus Kredibel
Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengaku terus mengikuti perkembangan PSSI sejak diambil alih Komite Normalisasi (KN). Ia berharap proses ini berujung pada terbentuknya pengurus baru yang kredibel.

Ditemui wartawan di Kantor Presiden, Jln. Merdeka Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (13/4/2011), Andi mengatakan bahwa pihaknya mendukung setiap upaya KN termasuk membantu memfasilitasi persiapan kongres.

"Yang penting bagi kita adalah, dari hasil proses normalisasi ini betul-betul terbentuk kepengurusan PSSI yang kredibel dan didukung masyarakat sepakbola Indonesia, dan kemudian mampu memajukan sepakbola Indonesia. Itu yang kita inginkan," tutur Andi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pengamatan dia, KN yang diketuai Agum Gumelar sejauh ini menjalankan tugasnya dengan baik. Ia menyebut, persoalan Liga Primer Indonesia (LPI) sudah ditemukan solusinya, walaupun masih untuk jangka pendek. PSSI juga sudah berfungsi lagi setelah Komite Eksekutif terdahulu, termasuk ketua umum Nurdin Halid, dibekukan oleh FIFA.

Meski demikian, tetap masih ada beberapa hal yang diperdebatkan. Kelompok 78 pemilik suara misalnya, sejauh ini menyatakan ingin segera membentuk Komite Pemilihan, Komite Banding, dan Peraturan Pemilihan pada pertemuan antara mereka dengan KN hari Kamis (14/4) besok. Ada kabar mereka tetap ingin mencalonkan George Toisutta dalam bursa ketum, meskipun FIFA tidak merestuinya lagi, seperti halnya pada Nurdin, Nirwan Bakrie, dan Arifin Panigoro.

"Tapi saya kira diskusi-diskusi itu biasa terjadi dalam dinamika, dan sejauh ini sebagai sesuatu yang wajar. Semua berjalan sesuai yang kita harapkan. Dan kalau ada hal-hal yang hendak dibicarakan dengan FIFA, kami mendukung. Katanya (KN) mau ke Zurich, mau bicara (dengan Sepp Blatter) di sana," tukas Menpora.

"KalauΒ  ada beberapa kalimat dalam aturan FIFA yang masih perlu didiskusikan, itu wajar. Maksud saya, komunikasi KN dengan pemegang suara harus berjalan dengan baik. Dulu 'kan susah, tidak pernah diskusi terbuka. Dan dengan semangat rekonsiliasi kita bicara. Pak Agum terbuka untuk bertukar pikiran dan berdiskusi. Kami mendukung fasilitas sehingga ujungnya terbentuk kepengurusan yang kredibel," tegas Andi.


(a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads