Demikian pendapat pengamat komunikasi politik Universitas Diponegoro, Semarang, Ari Junaedi, kepada detikSport, Rabu (13/4/2011). Ari mendesak tokoh-tokoh muda tampil ke depan.
"Agar prestasi sepakbola kita tidak jalan di tempat bahkan mundur ke belakang, kita butuh orang-orang yang telah teruji di berbagai bidang. Sandiaga Uno, Erwin Aksa dan Harry Tanoesoedibyo adalah figur-figur pengusaha yang sukses, kenapa mereka tidak secara terbuka mencalonkan diri?" kata Ari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasca rezim Nurdin Halid di PSSI runtuh, Ari melihat ambisi tokoh lama seperti Sutiyoso bukanlah hal bagus buat regenerasi di tubuh PSSI.
"Masak preseden Nugraha Besoes yang mulai berkiprah di PSSI sejak tahun 1983 harus kita teruskan sih ? Sebaiknya Bang Yos, George Toisutta dan Arifin Panigoro duduk di dewan penasehat PSSI saja," ungkap pengajar komunikasi di berbagai program S2 ini.
Menurut Ari, tidak ada cara lain untuk memajukan PSSI selain adanya ide-ide segar dari kaum muda untuk berkiprah di PSSI. Kini tinggal pilihan para pemilik suara di Kongres PSSI nanti, apakah PSSI mau dibawa ke era jahiliyah atau era keemasan.
"Kita tunggu saja," tutupnya.
(mpr/arp)










































