Arema praktis sudah tersingkir dari Liga Champions Asia. Ahmad Bustomi dkk. terpuruk di peringkat terakhir Grup G dengan poin satu dari lima pertandingan. Pertandingan melawan tuan rumah Jeonbuk pada Selasa (10/5/2011) menjadi laga terakhir juara ISL musim lalu itu di pentas Asia musim ini.
Di pertemuan pertama di Malang, Jeonbuk menang empat gol tanpa balas. Untuk menghindari kejadian serupa, pelatih Arema Miroslav Janu mengisyaratkan tim-nya bakal bermain bertahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arema menjadi lumbung gol bagi lawan-lawannya di Grup G. Gawang tim yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan itu sudah bobol 16 kali dari lima pertandingan. Arema juga merupakan tim dengan jumlah gol paling sedikit di grup ini dengan dua gol.
Meski begitu Jeonbuk tak memandang remeh wakil Indonesia. "Semua masih bisa terjadi di sepakbola dan kami harus fokus. Arema memiliki level permainan lebih tinggi dibanding Persipura Jayapura yang kami hadapi tahun lalu. Secara individu, para pemain Arema punya skill bagus dan persepakbolaan Indonesia tengah berkembang," kata pelatih Choi Kang-hee.
(nar/roz)











































