Seperti diketahui, KN baru saja mengumumkan bahwa mereka tidak mengakui hasil Komding yang menyatakan bahwa George Toisutta dan Arifin Panigoro bisa maju sebagai calon Ketua Umum PSSI.
"Ini tampaknya dua kekuatan yang masih ingin bersaing. Termasuk di dalamnya antara kelompok status quo dan Kelompok 78," komentar pegiat suporter Indonesia, Arista Budiyono, kepada detikSport, Jumat (13/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mau fair, KN harusnya memberi dasar mengapa GT dan AP dilarang. Kalau misalnya itu sudah dijawab dan Kelompok 78 tetap ngotot, maka Kelompok 78 yang kurang ajar," ujar Arista.
Polemik berkepanjangan ini berpotensi mendatangkan sanksi buat Indonesia dari FIFA. Kalau itu yang terjadi, yang jadi korban adalah timnas Indonesia.
"Kasihan timnasnya. SEA Games sudah dekat. Mereka yang akan jadi korban," sesal Arista yang bergiat di komunitas-komunitas suporter sejak tahun 2000-an itu.
Suara senada diungkapkan oleh Sekjen Jak Mania, suporter Persija Jakarta, Richard Ahmad. Ia khawatir bila sampai nanti ada sanksi yang bisa membuat timnas Indonesia lumpuh karena tidak bisa berkompetisi.
"Dengan situasi pekan ini yang begitu dramatsi, saya pribadi sudah mengira hasilnya seperti ini. Komite Banding mengabulkan banding beberapa orang. KN juga tetap dengan keputusan semula, sudah saya perkirakan," kata Richard.
"Jangan sampai tiba-tiba suspend (skorsing) turun ke kita. Nanti kita cuma jadi penonton saja," keluh Richard.
(arp/a2s)











































