Hal ini disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Dedi Gumelar usai dirinya mengikuti jumpa pers KN, Jumat (12/5/2011) sore WIB, terkait keputusan Komite Banding (KB) yang menerima banding delapan calon Ketum, Wakil Ketua Umum dan Exco PSSI 2011-2015.
Pada akhirnya KN tetap pada keputusan semula berdasarkan surat tanggal 6 Mei di mana Georger dan Arifin ditolak berkas pencalonannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keputusan KN ini harus didukung media dan masyarakat karena KN sebuah komite resmi mewakili sepakbola dan ditunjuk FIFA.Jika gagal melaksanakan tugas dan di suspend. Urusannya rakyat akan marah," tutur Dedi.
"FIFA sudah melarang calon calon tersebut.Ini keputusan final dan harus dihormati. Istilahnya Kalau sudah dilarang No Smoking, ya jangan ditanya alasannya," sambung pria yang akrab disapa Miing itu kepada wartawan.
Lebih lanjut Miing pun turut mengomentari alasan Kelompok 78 yang selalu mengatasnamakan revolusi sepakbola Indonesia dalam tindak tanduk mereka selama ini. Miing menilai misi utama yaitu menurunkan Nurdin Halid dari kursi Ketum PSSI sudah dilakukan.
"Kalau kelompok 78 mau memperbaiki jangan sekarang, udah telat namanya. Kenapa tidak dari 2007 pas Nurdin masih berkuasa. Kan mereka punya hak suara untuk menggelar kongres. Jangan seperti mencari juragan baru istilahnya," ketus Miing lagi.
Terakhir Miing pun menyarankan jika Kelompok 78 masih tak puas, lebih baik mereka mengadu ke FIFA dan jangan mengobok-ngobok KN lagi.
"Kalau mau cari keadilan mengadu atau melobi saja ke FIFA," simpulnya.
(mrp/arp)











































