sepakbola
Jelang Kongres PSSI

FIFA Akan Tunduk pada Putusan CAS

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video
Jelang Kongres PSSI

FIFA Akan Tunduk pada Putusan CAS


- detikSepakbola

Jakarta - CAS akan segera memberikan keputusan terhadap kisruhnya situasi di PSSI. Ketika keputusan itu nantinya keluar, FIFA sekalipun akan tunduk.

CAS (Court of Arbitration for Sport) adalah satu-satunya pengadilan di dunia yang menangani persengketaan di bidang olahraga. Kepada merekalah anggota Kelompok 78, yang mendukung George Toisutta dan Arifin Panigoro, mengadu. Aduan tersebut dilakukan via seorang pengacara Belgia bernama Patrick Mbaya.

Perkembangan mengenai aduan Kelompok 78 kepada CAS ini ikut dipantau oleh Dubes RI untuk Swiss, Djoko Susilo. Dalam blog di situs miliknya, www.thedjokosusilo.org, Djoko mengungkapkan bahwa ia sudah bertemu dengan Mbaya di Jenewa. Mereka membicarakan banyak hal, tapi utamanya adalah membahas masalah gugatan yang dibawa Mbaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mbaya sudah mengirimkan surat gugatan lengkap setebal 16 halaman berjudul: "Surat Gugatan Banding ke Pengadilan Arbitrase Olah Raga, yang Menghendaki Tindakan Cepat dan Urgent".

Dalam perbincangan tersebut, Djoko mengungkapkan bahwa sudah ada dua surat yang dikirimkan FIFA ke Mbaya. Dalam dua surat tersebut, terdapat kalimat yang menunjukkan keragu–raguan FIFA sendiri yang tidak yakin dengan apa yang dilakukannya terhadap PSSI selama ini.

Karenanya, dituliskan oleh Djoko, dalam surat yang diberikan kepada Mbaya itu, FIFA menyatakan akan tunduk atas segala keputusan apapun yang diambil oleh CAS.

Oleh Kelompok 78, FIFA diprotes karena tak memberikan alasan jelas terhadap penolakan George dan Arifin. Dalam surat gugatannya, Mbaya menuliskan kronologi dari kisruh PSSI selama ini. FIFA dianggap sewenang-wenang dengan penetapan electoral code oleh KN yang dibenarkan FIIFA dan juga campur tangan FIFA atas pelarangan nama–nama tertentu diloloskan oleh Komite Banding. Semua tindakan itu bertentangan dengan statuta FIFA.

Belakangan, FIFA sendiri memang tengah disorot. Bukan hanya karena pemilihan ketua baru yang semakin dekat, tetapi juga karena kasus dugaan suap yang muncul di seputar pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018. Adalah Inggris yang mencuatkan dugaan ini.

Hal itu terungkap dalam hearing yang dilakukan Parlemen Inggris dengan di antaranya mantan ketua bidding pencalonan Inggris sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, Lord David Triesman.

Dalam rapat dengar pendapat tersebut, anggota parlemen Damian Collins menyebut bahwa mereka sudah mendapat bukti korupsi yang dilakukan petinggi FIFA. Wakil Presiden FIFA, Issa Hayatou (Kamerun) dan Jacques Anouma (Pantai Gading) dituduh menerima suap sebesar US$ 1,5 juta untuk memilih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Selain dua nama tersebut ada empat orang lain yang dituduh berusaha meminta uang sogokan, juga terkait bidding Inggris sebagai tuan rumah Piala Dunia. Mereka adalah Jack Warner (Presiden CONCACAF), Nicolas Leoz (Presiden CONMEBOL), Ricardo Teixeira (Presiden Asosiasi Brasil) dan Worawi Makudi (Presiden Asosiasi Sepakbola Thailand).

Dalam pengakuannya, sebagaimana dikutip AFP, Triesman menyebut kalau Jack Warner meminta bayaran 2,5 juta poundsterling. Uang itu disebut Warner akan digunakan untuk membangun sekolah di Trinidad.

Atas tudingan-tudingan itu, Inggris tak gentar sedikit pun untuk menekan FIFA. Malahan, mereka dengan berani mengeluarkan wacana untuk keluar dari FIFA.





(roz/a2s)











Hide Ads