Pengacara kubu pendukung Toisutta-Panigoro, Patrick Mbaya, sore tadi mengumumkan hasil banding yang diajukan kepada CAS terkait ditolaknya nama GT-AP oleh Komite Normalisasi. Itu berarti GT-AP tak bisa maju dalam pencalonan pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan exco PSSI periode 2011-2015.
Mbaya menerangkan bahwa CAS telah menyatakan tidak bisa memberikan keputusan terhadap gugatan Kelompok 78 kepada FIFA dan hanya menghasilkan keputusan sela. Semua keputusan pun dikembalikan kepada kongres besok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya baru dengar info bahwa dari CAS belum ada keputusan pasti. Jadi kongres berjalan sesuai agenda yang sekarang. Tanpa GT dan AP," kata anggota Komite Normalisasi Baryadi saat dihubungi detikSport, Kamis (19/5/2011) petang WIB.
Baryadi mengatakan bahwa Komite Normalisasi berencana untuk membahas keputusan CAS yang dibacakan Mbaya sore tadi, pada malam ini. "KN mau adakan rapat kecil, kemungkinan jam sembilan malam ini. Tempatnya belum tahu," jelas ketua Pengprov PSSI Sumatera Selatan itu.
Baryadi menjelaskan bahwa persiapan kongres besok sudah berjalan dengan efektif. Ia juga tak mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya kebuntuan. Pasalnya, lanjut Baryadi, dalam statuta PSSI tak dikenal istilah deadlock.
"Yang pertama sekali kami berharap tidak adanya deadlock. Namun di statuta PSSI pasal 26 ayat (1), (2), dan (3) itu deadlock tidak ada. Bila tidak kuorum, kongres bisa ditunda 24 jam. Kalau setelah penundaan itu sudah tidak ada istilah kuorum lagi," jelasnya.
(nar/a2s)
