sepakbola

Menerka Hasil Akhir Kongres PSSI

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Menerka Hasil Akhir Kongres PSSI


- detikSepakbola

Jakarta - Pada Jumat (20/5/2011) siang WIB, Kongres PSSI akan mulai digelar. Sebegitu banyak perhatian tercurah pada Kongres kali ini. Seperti apa hasil akhir kongres tersebut nanti?

Kongres yang bakal berlangsung di Hotel Sultan Jakarta ini adalah kongres pemilihan pertama yang dilakukan PSSI setelah berakhirnya kepemimpinan Nurdin Halid. Sejak beberapa waktu lalu, kontroversi telah mendahului penyelenggaraan kongres ini.

Awalnya adalah ketika FIFA memutuskan untuk membentuk Komite Normalisasi (KN) dengan Agum Gumelar sebagai ketuanya. FIFA kemudian mengirim direktif kepada KN yang isinya melarang sejumlah nama, terutama George Toisutta dan Arifin Panigoro, untuk maju sebagai calon Ketua Umum PSSI 2011-2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merasa tidak pernah melanggar Statuta PSSI dan Statuta FIFA, kubu George dan Arifin pun mengajukan persoalan ini ke Komite Banding Pemilihan walau KN sempat menyatakan bahwa mereka tidak berhak mengajukan banding.

Komding kemudian membuat keputusan yang berbeda 180 derajat dari KN dan mengizinkan George dan Arifin untuk maju. Keputusan tersebut kemudian dimentahkan lagi oleh KN hanya sehari setelahnya.

Kelompok 78 yang merupakan kelompok pendukung George dan Arifin kemudian membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Pada hari Kamis (19/5), CAS mengeluarkan sebuah keputusan sela.

Dari informasi yang dikumpulkan detikSport, ada dua hal yang coba diajukan oleh K-78 ke CAS, yang pertama adalah meminta CAS untuk mencegah FIFA memberi sanksi kepada Indonesia dan yang kedua adalah agar CAS menganggap kongres sebagai legislasi tertinggi.

Dalam putusan selanya, seperti yang dijelaskan pengacara K-78 Patrick Mbaya, CAS sepertinya baru membuat keputusan untuk kasus pertama saja. Pada intinya, CAS menyatakan bahwa mereka tidak memiliki yurisdiksi untuk mencegah FIFA menghukum Indonesia karena hukuman itu sendiri belum pernah ada.

Walau kelihatannya tidak menguntungkan buat K-78, keputusan tersebut bisa dibaca sebagai 'jaring pengaman'. Andai nantinya FIFA benar-benar menjatuhkan sanksi kepada Indonesia, mereka bisa mengajukan lagi kasus tersebut ke CAS.

Bayangan sanksi terhadap Indonesia bukannya tidak ada. Sebabnya, bila kemudian Kongres 20 Mei memilih salah satu di antara George atau Arifin, maka FIFA bisa menganggap Kongres itu telah melanggar ketentuan KN yang berarti juga dianggap melanggar Statuta FIFA.

Apakah mungkin Kongres akhirnya memilih salah satu di antara George atau Arifin? Tentu saja. Bila kebulatan suara K-78 (yang belakangan meminta disebut sebagai kelompok pemilik suara PSSI) benar-benar terwujud, maka langkah salah satu di antara mereka bisa jadi sudah tidak terbendung.

Seberapa besar kemungkinan skenario di atas terjadi? Mari kita tunggu saja hasil akhir dari Kongres PSSI hari ini.



(arp/din)











Hide Ads