K-78 Bingung Kongres Ditutup

K-78 Bingung Kongres Ditutup

- Sepakbola
Sabtu, 21 Mei 2011 00:18 WIB
Jakarta - Kelompok 78 mempertanyakan keputusan Agum Gumelar menghentikan Kongres PSSI. Menurut pandangan mereka situasi saat itu masih berjalan baik karena tidak ada pelanggaran yang dilakukan.

"Kami tidak tahu persis ada apa sehingga KN meninggalkan arena kongres. Semua berjalan sesuai dengan keinginan bersama. Apa yang terjadi justru malah kengototan Pak Agum," sahut Yunus Nusi dari Kelompok 78 dalam konferensi pers di Hotel Sultan.

Kongres PSSI yang sedianya memilih ketua umum, wakil ketua umum dan komite eksekutif berakhir tanpa hasil. Setelah berjalan sekitar enam jam kongres ditutup oleh ketua sidang sekaligus ketua KN Agum Gumelar karena terjadi deadlock.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebuntuan terjadi karena mayoritas anggota kongres yang masuk dalam Kelompok 78 masih mempertanyakan penolakan terhadap George Toisutta dan Arifin Penigoro, sementara Agum tetap pada pendiriannya bahwa dua nama tersebut sudah dilarang maju dalam pencalonan oleh FIFA.

"Pemimpin kongres wajib memenuhi permintaan dari anggota kongres. Harusnya KN menyetujui permintaan peserta selama tak bertentangan dengan statu FIFA dan PSSI. Tidak ada pelanggaran statuta yang kami lakukan," lanjut Yunus Nusi terkait permintaan pada Agum agar Komite Banding Pemilihan diberi kesempatan memaparkan alasan membolehkan George Toisutta dan Arifin Panigoro maju kembali dalam pencalonan.

Terkait isu bakal ada kongres tandingan yang akan digelar Kelompok 78, Yunus mengaku belum tahu soal rencana tersebut. Langkah terdekat yang akan dilakukan adalah menjalin komunikasi dengan FIFA dan pemerintah.

"Belum tahu (soal kongres lanjutan). Kami akan menjalin komunikasi dengan FIFA dan pemerintah," tuntas dia.

(din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads