sepakbola

APBD Dilarang, Klub Dituntut Kreatif

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

APBD Dilarang, Klub Dituntut Kreatif


- detikSepakbola

Jepara - Pemerintah resmi melarang penggunaan APBD untuk klub-klub profesional. Klub dituntut untuk kreatif guna mencari sumber pendanaan guna mengikuti kompetisi.

Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi memutuskan bahwa APBD dilarang untuk pembiayaan klub sepakbola profesional. Situasi ini menuntut mayoritas klub di Indonesia yang kebanyakan masih bergantung pada anggaran daerah tersebut, untuk mencari sumber pendanaan baru.

Terkait hal ini, general manager Persijap Jepara Anwar Haryono mengatakan bahwa klubnya tengah mengusahakan sejumlah langkah untuk mendanai langkah Laskar Kalinyamat di musim depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau tidak boleh, pemkab ya tidak mengalokasikan APBD itu. Sambil jalan ini barangkali ada yang menawar. Boleh dibeli, boleh kerjasama sifatnya. Kalau dibeli, kita syaratkan tetap di Jepara," ujar Anwar saat dihubungi detikSport, Jumat (27/5/2011) siang WIB.

Ia menjelaskan bahwa musim ini timnya menggunakan dana sebesar Rp 7 Miliar dari APBD. Ada pun kebutuhan tim dari kota Ukir itu sekitar Rp 14 Miliar.

"Untuk menyelesaikan musim ini kita masih butuh sekitar Rp 4 Miliar. Yang jelas di sisa pertandingan home, kita berharap penonton banyak. Pendapatan bersih laga kandang sekitar Rp 200 juta. Untuk sisa musim ini kita berharap APBD juga masih bisa dipakai, karena tahun ini kan masih boleh."

Anwar berharap setelah adanya larangan APBD ini, PSSI segera mengeluarkan regulasi yang tegas. "Kita lihat nanti setelah ada permendagri, kita tunggu regulasi PSSI. Kalau tidak ada regulasi, bisa kolaps."

Larangan penggunaan APBD bagi klub profesional memang sangat wajar. Pasalnya penggunaan APBD selain membuat klub menjadi manja, itu juga bisa membuka celah untuk tindakan korupsi.




(nar/arp)











Hide Ads