Keputusan pengadilan yang dimaksud adalah keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dan pengadilan umum di Swiss. Kelompok 78 membawa kasus pelarangan George Toisutta dan Arifin Panigoro maju dalam kongres PSSI ke kedua pengadilan itu. Mereka menilai FIFA tak kompeten menanganinya.
"Ya harapan kita kongres tetap berjalan, kita terhindar dari sanksi. Tapi, untuk memilih, pemilihan khusus untuk memilih exco, sesuai statuta FIFA. Setelah urusan hukum selesai, baru kita kongres ulang untuk memilih ketua dan wakil ketua umum," kata salah satu anggota Kelompok 78, Saleh Mukadar, saat dihubungi detikSport lewat sambungan telepon, Rabu (1/6/2011) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"FIFA mengabaikan kebenaran. Jadi, yang menguji biar yang berkompeten. Dalam hal ini CAS, menyangkut pelanggaran statuta. Dan pengadilan umum di Swiss, karena semua organisasi di Swiss harus independen dan tidak memihak. FIFA sudah tidak independen," tegas Saleh.
(mfi/din)










































