Hal itu disampaikan George kepada wartawan usai membuka Pekan Olah Raga Angkatan Darat (PORAD) VII di Stadion Makodam V Brawijaya, Malang, Kamis (9/6/2011).
"Saya tidak punya hak suara. Yang harus berbicara keras adalah yang punya hak suara. Tapi sekarang terbalik, yang tidak punya hak suara yang berbicara keras. Jadi ada keanehan," ujar pria yang masih menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kongres 20 Mei lalu, kelompok pendukung GT-AP bersikeras meminta penjelasan kenapa pasangan yang mereka dukung tidak boleh mengikuti pemilihan, karena mereka tidak melihat ada aturan yang menyatakan demikian, baik di Statuta FIFA maupun Statuta PSSI.
Kongres tersebut deadlock dan dihentikan oleh ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar. Setelah melaporkannya pada FIFA, kongres harus digelar lagi selambat-lambatnya 30 Juni, tapi GT-AP tetap tidak boleh maju.
Tentang kongres berikutnya, George mengatakan enggan turut campur kaena sudah ada yang mengatur, yakni pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga serta KONI.
"Kita serahkan pada beliau-beliau jangan ikut campur. Supaya berjalan dengan baik dan lancar," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya belum pernah berbicara dengan Agum dan merasa tidak perlu melakukan hal itu.
"Saya kira tidak perlu ada pertemuan. Kalau Menpora ngomong sama saya kaitannya dengan olahraga. Karena saya penasehat presiden Judo Indonesia," tegasnya.
George juga enggan menanggapi proses banding pencalonan dirinya sebagai Ketua PSSI yang ditolak oleh FIFA. "Itu banding proses hukum, biarkan proses berlanjut."
Ditanya soal sanksi yang akan dijatuhkan FIFA, George menjawab jika dirinya bukanlah orang PSSI. Ia bahkan menjawabnya dengan pernyataan nada bergurau.
"Sampai sekarang gak sanksi. Sekali lagi saya katakan saya bukan PSSI, saya ketua Judo Indonesia, tapi kalau Persatuan Suami Sayang Istri, saya ketuanya," jawabnya sambil tertawa.
(a2s/din)











































