Hal itu disampaikan KN melalui ketuanya, Agum Gumelar, saat menggelar jumpa pers di rumah dinas walikota Solo, hari Jumat (10/6/2011) pagi, dengan didampingi Hadi Rudyatmo, Joko Driyono, Sumaryoto, dan Sinyo Aliandore.
Dijelaskan Agum, semula kongres diagendakan 30 Juni berdasarkan hasil rapat KN pada 6 Juni, sepulangnya ia dan Joko dari markas FIFA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terakhir, setelah Joko berkonsultasi dengan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) di Kualalumpur, disarankan supaya kongres sebaiknya digelar empat minggu setelah undangan disebar. Hal ini karena sesuai Statuta FIFA sehingga menghindari potensi polemik soal legalitas kongres tersebut.
"Atas saran AFC itu, KN langsung melaporkannya pada FIFA, dan FIFA bisa memahami alasan-alasan itu. Maka PSSI diberi kesempatan lagi untuk menggelar kongres paling lambat 10 Juli. Kalau masih gagal, maka 11 Juli otomatis kita kena sanksi," demikian Agum.
"Dengan demikian KN memutuskan menggelar kongres pada 9 Juli di Solo," sambungnya.
Agum menambahkan, hari ini juga undangan untuk kongres akan disebar. Kongres akan dipusatkan di Sunan Hotel, Solo. FIFA menurut Agum menyebut kongres ini sebagai extra ordinary congress.
(a2s/nar)










































