Van Bronckhorst Sosok yang Tidak Neko-neko

Van Bronckhorst Sosok yang Tidak Neko-neko

- Sepakbola
Senin, 20 Jun 2011 11:18 WIB
Van Bronckhorst Sosok yang Tidak Neko-neko
Jakarta - Seperti apakah sosok Giovanni van Bronckhorst dalam kesehariannya? Detiksport pernah berbincang dengan kedua orang tuanya dan dari sana terkorek bahwa Gio--sapaannya--orang yang tidak neko-neko.

Selasa (21/6/2011), pemain berusia 36 tahun itu direncanakan akan tiba di Jakarta untuk menjalani serangkaian acara. Dari kabar yang diberikan oleh Threesixty, promotor yang mengatur kedatangan pemain berkewarganegaraan Belanda itu, van Bronckhorst datang dengan tajuk "Giovanni van Bronckhorst @All Children of Indonesia" dan bakal melakukan beberapa kegiatan sosial seperti lelang amal dan berencana mendirikan yayasan untuk anak-anak yang kurang mampu.

Apa yang membuat van Bronckhorst terasa dekat dengan Indonesia? Tak lain karena ia memang memiliki darah Indonesia. Ayahnya, Victor van Bronckhorst, adalah pria berdarah campuran Indonesia-Belanda. Sementara itu ibunya, bernama asli Fransien Sapulette, adalah wanita yang asli berasal dari Maluku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Van Bronckhorst sendiri mengakui adanya darah Indonesia itu di dalam dirinya. "Aku lahir di Rotterdam. Namaku terkadang bikin orang bingung, tapi tak ada darah Italia dalam keluargaku. Ayahku dari Indonesia sementara ibuku orang Maluku," tulis van Bronckhorst dalam situs resminya.

Ketika Piala Dunia 2010 lalu berlangsung, van Bronckhorst, yang kala itu menjabat sebagai kapten timnas Belanda, mampu membawa De Oranje ke final. Indonesia pun seperti terwakili di final kejuaraan empat tahunan itu. Wajar, kalau kemudian banyak wartawan dari tanah air berusaha mendekatinya untuk mewawancarainya.

Namun, KNVB memberlakukan peraturan ketat untuk para pemainnya. Mereka melarang pemainnya sembarangan berbicara dengan media atau fans. Alhasil pupus harapan untuk mengetahui sosok tersebut lebih dalam.

Pada akhirnya detikSport dan beberapa wartawan Indonesia lainnya malah diundang bertemu dengan Victor dan Fransien. Keduanya mengaku setahun dua kali pulang ke Indonesia dan sempat beberapa kali mengajak para wartawan berbicara dengan bahasa Indonesia, meski terbata-bata.

Victor dan Fransien bergantian melayani pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan. Kami pun berhasil mengorek masa kecil van Bronckhorst yang ternyata sudah disiplin sejak sangat belia. Fransien menuturkan dengan jelas sampai alasan mengapa anaknya itu bersikap demikian.

Dikisahkan Fransien, van Bronckhorst kerap menolak pergi malam bersama teman-teman sebayanya jika di esok hari ada jadwal latihan menunggu. Rahasia lain yang terungkap adalah kebiasannya berbincang dengan kedua orang tuanya beberapa hari sebelum menghadapi pertandingan besar.

Sikap tidak neko-neko itu sendiri terlihat dari niat van Bronckhorst yang datang ke Indonesia murni karena urusan sepakbola. Yayasan yang akan didirikan olehnya rencananya juga akan menaungi sebuah SSB yang bakal melatih anak-anak yang tidak mampu, namun berbakat dalam bidang sepakbola. Ia rencananya juga akan melakukan coaching clinic bersama anak-anak dari beberapa SSB dan anak-anak yang berada di bawah GN-OTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh).

Acara lainnya? Van Bronckhorst juga direncanakan tampil dalam laga 'Starbol' yang mempertemukan pemain dari ISL dan LPI dalam tajuk 'Starbol-Unite for Football Indonesia'. Rencananya, van Bronckhorst juga akan membawa sang ayah dalam perjalanannya ke Indonesia besok.




(roz/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads