Dibuka oleh ketua Komite Normalisasi yang juga bertindak sebagai ketua Komite Pemilihan, Agum Gumelar, pada pukul 10.40 WIB, KLB berlangsung dalam suasana yang tenang. Sedari awal tata tertib dan agenda kongres dijelaskan dengan rinci, termasuk soal tata cara pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif, tidak ada peserta yang berkeberatan.
Agum yang juga berperan sebagai ketua sidang, kali ini relatif mudah memperoleh persetujuan para peserta sidang -- dan tidak berlama-lama untuk mengetuk palu kesepakatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
M. Jusuf Rizal, misalnya, ketika mengumumkan mundur sempat mengatakan, "Rasanya saya tidak kuat menghadapi kekuatan-kekuatan kelompk yang lebih banyak uangnya." Kalimat itu direaksi dengan nada-nada keberatan oleh sebagian peserta sidang. "Wah, tidak begitu laahh..."
Jusuf kemudian menyambungnya dengan pernyataan, "Kenapa saya katakan demikian. Tentu setiap calon sudah mempersiapkan diri dengan matang, dengan visi dan misi, dan juga kemampuan logistik yang cukup ketika menjadi ketum PSSI. Untuk itulah pada kesempatan ini saya memohon kepada yang memberikan dukungan kepada saya, mohon izin mengundurkan diri, suaranya silakan kepada mereka yang layak dan siap memimpin PSSI." Dan kalimat penutup itu disambut tepuk tangan.
Tahir Mahmud juga membuat "bingung" peserta sidang ketika mengatakan di podium, "Saya mengalihkan suara untuk Pak Johar Arifin." Tapi apakah itu berarti dia juga mundur, tidak ada pernyatan eksplisit.
Setelah para calon diperkenalkan dan dikonfirmasi, sidang sempat jeda lima menit, sebelum dilanjutkan pada proses pemungutan suara. Saat berita ini diturunkan, proses tersebut masih berlangsung. Pasangan George Toisutta dan Arifin Panigoro dipastikan tidak masuk lagi dalam bursa.
Tata cara pemungutan suaran dan pemilihan, baca di sini.
(a2s/krs)











































