Setelah kegagalan di Kongres Pekanbaru dan kemudian di Jakarta, FIFA akhirnya benar-benar memberi tenggat pada Indonesia untuk melaksanakan kongres dengan lancar. Berdasarkan rilisnya pada 31 Mei lalu, organisasi pimpinan Sepp Blatter itu memberi Indonesia batas hingga 30 Juni untuk kembali melaksanakan kongres dengan disertai ancaman nyata jatuhnya sanksi pada 1 Juli jika kembali gagal.
Pada kenyataannya kongres yang diputuskan digelar di Solo diundur menjadi tanggal 9 Juli. Selain karena bertepatan dengan sebuah event internasional, penguduran jadwal tersebut juga sesuai dengan aturan bahwa kongres digelar empat minggu setelah surat undangan dikirim pada peserta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sebagaimana sejarah telah tercatat hari ini, PSSI akhirnya memiliki ketua umum baru yang terpilih secara demokratis. Djohar Arifin Husin menjadi ketua umum dan Farid Rahman menjadi wakil plus terpilihnya sembilan anggota Komite Eksekutif. Ancaman sanksi buat Indonesia pun dipastikan hilang saat ini.
"Sejauh ini tidak ada sanksi buat Indonesia. Saya pikir kondisi awal kongres sudah berada di tempatnya jadi kita bisa memandang dengan optimistis," sahut salah satu observer FIFA yang menghadiri kongres, Primo Carvaro, seperti diberitakan Reuters.
Selain Primo Carvaro, FIFA mengirim dua perwakilannya untuk KLB PSSI yakni Frank van Hattum dan Jay Singh Muthiah. Sementara Thierry Regenass yang selama ini diangap punya "peran" besar dalam kemelut yang terjadi di tubuh PSSI dan sepakbola Indonesia tidak hadir.
Selain tiga perwakilan FIFA datang juga tida delegasi AFC yakni Alex Soosay, James Johnson dan Lazarus.
(din/roz)










































