Djohar baru saja terpilih menjadi ketua umum yang baru pada Kongres Luar Biasa PSSI, Sabtu (9/7/2011). Dia akan didampingi oleh Farid Rahman yang menjadi wakil ketua umum dan sembilan anggota komite eksekutif.
Melihat rekam jejaknya, Djohar bukanlah orang baru di sepakbola. Dia sudah puluhan tahun bergelut dengan si kulit bundar, baik sebagai pemain, wasit, maupun pengurus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian saat Pak Agum (Gumelar) terpilih sebagai Ketua Umum KONI, saya ditarik ke Jakarta sebagai Sekjen KONI. Saat Kantor Menpora terbentuk tahun 2005, ditarik ke kantor Menpora. Tahun 2010, diminta bantu Prima (Program Indonesia Emas), dan sekarang, dipercaya oleh para pendukung untuk menjadi Ketua Umum PSSI," imbuhnya.
Djohar sudah mengisyaratkan dia akan membangun kepengurusan yang ramping. Dirinya tak ingin jumlah pengurus terlalu banyak, tapi tak efektif.
"Pekerjaan banyak sekali di hadapan kita, terutama pembenahan-pembenahan terhadap organisasi. Jadi, pembenahan organisasi ini adalah prioritas utama karena di sinilah roda utama kegiatan-kegiatan sepakbola kita," tutur pria 60 tahun ini.
"Organisasi akan kita kembangkan, simpel tapi profesional. Tidak perlu lah banyak-banyak. Akan kita gabung-gabung saja. Yang profesional akan kita perbanyak," pungkas dia.
(mfi/din)











































