Riedl menggelar pertemuan dengan wartawan di sebuah tempat makan di FX Plaza, Senayan, Jakarta, Jumat (15/7/2011) sore, terkait pemecatannya sebagai pelatih timnas Indonesia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin mengatakan bahwa Riedl tak lagi dipakai karena pihaknya tidak menemukan berkas kontraknya, dan kemudian menganggapnya sebagai kontrak pribadi dengan Nirwan Bakrie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mungkin menandatangani kontrak pribadi, karena kalau ada apa-apa saya tidak bisa mengadu ke FIFA," sambung pria berkebangsaan Austria itu, yang didampingi mantan asistennya Wolfgang Pikal dan deputi BTN di era Nurdin Halid, Iman Arif.
Saat wartawan bertanya, apakah dia bisa menunjukkan kontrak tersebut, Riedl mengaku tidak membawanya.
"Saya simpan di bank yang aman. Itu terlalu berharga buat saya. Buat apa saya bawa-bawa," jawabnya.
Meski demikian, secara garis besar Riedl menerima pemecatannya itu, dan bahkan tidak berniat mengambil jalur hukum.
βIni bukan masalah besar. Ini sering terjadi di sepakbola. Pergantian pelatih itu biasa terjadi. Saya tidak ingin menempuh jalur hukum. Kalau ada penyelesaian yang bagus, kita akan mencoba menyelesaikannya.
"Sekarang saya seperti musuh. Tidak ada yang menemui saya (dari penguirus PSSI yang baru). Saya tahu pemecatan ini dari televisi, wartawan, dan dia (sambil menunjuk Iman ArifβRed)," imbuh Riedl.
(a2s/a2s)











































