Pengurus baru PSSI memutuskan untuk memecat pelatih Alfred Riedl karena kontraknya yang tidak jelas. Pelatih asal Austria itu disebut menandatangani kontrak dengan individu, bukan dengan federasi PSSI.
Selain Riedl, Wolfgang Pikal dan Widodo Cahyono Putra juga diberhentikan dari posisinya sebagai asisten pelatih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pikal juga tidak ingin membahas soal adanya kubu yang berseberangan antara PSSI kepengurusan sebelumnya dan kepengurusan sekarang. Sebelumnya Riedl sempat mengatakan bahwa dirinya adalah korban antara kelompok Bakrie dan Panigoro.
"Tugas saya di lapangan. Di luar, non teknis urusan organisasi bukan urusan saya. Soal kejanggalan, mungkin ada dua kelompok yang tidak cocok, punya interest masing-masing," lugas pria berdarah Austria itu.
Pikal mengakui bahwa pemecatan ini memberikan pengaruh kepada tim, baik itu secara teknis mau pun psikologis. Dia berharap kepengurusan baru dan manajemen baru timnas bisa mengatasi persoalan ini.
"Dari peraturannya memang yang lineup kita, manajer sama pemain kan harus didaftar sebelum leg I. Sekarang dengan situasi dipecatnya Alfred, saya, sama Widodo, di bangku cadangan cuma bisa Eddy Harto dan dokter tim. Mudah-mudahan manajemen timnas sekarang bisa mina izin khusus untuk RD dan Wim. Itu sangat penting untuk tim."
"Pemain sekarang agak pengaruh, pemain senior cerita tiap hari bagaimana situasi di sana, mereka bilang dulu tidak seperti itu. Tapi saya harap pelatih baru bisa bicara, perbaiki itu secepat mungkin untuk prestasi nanti," tuntasnya.
(nar/nar)











































