"Judul undangan ini ingin diskusi tugas badan liga dan PT liga. Ini bukan terakhir, akan ada lanjutan. Spirit mereview apa yang sudah dilaksanakan dan sharing yang bisa dilakukan ke depan," tukas CEO PT Liga Joko Driyono usai menghadiri pertemuan kepada wartawan di Kantor PSSI, Rabu (20/7/2011) siang WIB.
Memang sejak dibentuknya kepengurusan PSSI 2011-2015 di Solo 9 Juli lalu sudah banyak beredar kabar burung yang menyebut soal bakal adanya peleburan antara Indonesian Super League dengan Liga Primer Indonesia (LPI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hal tersebut dibantah oleh Joko yang mengatakan dalam olahraga tidak istilah Merjer. Selain itu dalam pertemuan tadi tidak dibahas juga soal format kompetisi musim depan.
"Merjer dalam terminologi olahraga nggak adam, merjer itu di bisnis. jadi tidak ada Persija sama Persib merjer itu tidak ada. Yang ada misalkan pengurusnya bergabung, membunuh salah satu dan menghidupkan salah satu. Jadi bila ada merjer LP dengan PSSI, itu merjer dengan pengelolanya, tidak ada merjer dalam hal entitasnya," sambung Joko.
"Format kompetisi ke depan tidak (dibahas). Kami juga tidak bicara LPI. Saya hanya menyampaikan format kompetisi ke depan sesuai rencana kami sebelumnya."
Lebih lanjut meski dalam diskusi tersebut PSSI tidak meminta audit pelaksanaan dan keuangan kompetisi musim lalu, namun Joko menegaskan pihaknya telah menyiapkan laporan keuangan PT Liga Indonesia.
"(Permintaan laporan) audit nggak ada. Tapi, kami siap me-report terkait program dan finance PT LI. Normalnya, organisasi punya kewajiban itu, jadi nggak ada masalah, makanya kami sudah persiapkan," ucap Joko yang bertemu Waketum Farid Rahman, Sekjen Tri Goestoro dan anggota EXCO.
"Audit PT LI bukan karena pergantian kepengurusan, kami setiap tahun punya partner untuk public auditor (Grant Thornton -red) dalam melakukan proses itu. Semuanya diharapkan tuntas pada Agustus. Kami tidak ingin melimpahkan kewajiban kepada pengurus baru. Itu komitmen kita."
(mrp/arp)










































