Dewan Pembina Arema Indonesia Rendra Kresna mengaku, PSSI mempermasalahkan deposit keuangan klub berlogo Kepala Singa ini di bank swasta. Sesuai surat yang dikirim kepada PT. Arema Indonesia bahwa deposit sebagai dana awal harus berada di bank milik pemerintah.
"Deposit di bank swasta menjadi masalah, itu kata PSSI," ujarnya saat jumpa pers di Kantor Arema Indonesia Jalan Sultan Agung, Rabu (24/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aturannya tidak ada, mengapa itu menjadi alasan. Begitu dengan jumlah deposit kami yang mencapai Rp 9,8 miliar," ujar Bupati Malang ini.
Menurut dia keberatan PSSI ini diketahui dari keterangan tim verifikasi yang telah menerima pengajuan 15 poin sebagai syarat klub lolos pada kompetisi berikutnya.
Ia mengaku Arema sanggup untuk memindahkan dana partisipasi tersebut, namun waktu yang ditentukan oleh PSSI sangat tidak memungkinkan. "Besok sudah harus keluar hasil verifikasi," akunya.
Keanehan muncul ketika Arema mencoba meminta klarifikasi, dengan mengirim delegasi untuk menemui langsung kepada Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin yang mengatakan, bahwa dana simpanan dapat disetorkan kepada bank manapun, karena aturan mengikat di bank milik pemerintah belum dikeluarkan.
"Meski begitu, pemindahan deposit akan kita lakukan sesuai keputusan PSSI," tegasnya.
(nar/mfi)










































