Selain konsentrasi selama 90 menit, Indonesia juga disorot lantaran kebobolan dua gol dari situasi bola mati ketika melawan Iran. Hal tersebut terjadi lantaran para pemain Indonesia ceroboh dalam membuat pelanggaran di area sendiri.
Rijsbergen menilai, situasi set-piece seperti kemarin menguntungkan Iran lantaran memiliki pemain-pemain berpostur tinggi besar. Oleh karenanya meminimalisir pelanggaran di daerah sendiri adalah cara paling efektif supaya hal yang sama tidak berulang lagi pada laga melawan Bahrain, Selasa (6/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perbedaan tinggi badan adalah realita yang ada. Makanya kami tidak boleh kehilangan konsentrasi selama 90 menit, itu kuncinya."
"Maka saya katakan kepada para pemain untuk tidak melakukan kesalahan seperti itu lagi (yang menyebabkan free kick di daerah pertahanan sendiri)."
"Namun, kami di laga ini akan mencoba bermain menyerang karena kami ingin meraih kemenangan," tegasnya.
Sebelumnya, Rijsbergen mengatakan bahwa laga melawan Bahrain bakal berebeda dibandingkan ketika melawan Iran. Faktor bermain di kandang sendiri, Stadion Utama Gelora Bung Karno, disebutnya bakal menjadi keuntungan besar untuk Firman Utina dkk.
(roz/a2s)










































