ADVERTISEMENT

'Pelatih Maki Pemain itu Normal'

- Sepakbola
Kamis, 08 Sep 2011 16:05 WIB
Jakarta - Setelah kekalahan dari Bahrain kemarin malam, tersiar isu bahwa beberapa pemain merasa jengkel pada pelatih Wim Rijsbergen, sampai-sampai terdengar isu mereka akan mundur dari timnas.

Cerita yang beredar di situs jejaring sosial atau beberapa media massa menyebutkan, pemain kecewa karena disalahkan Rijsbergen soal kekalahan 0-2 tersebut. Konon mereka juga "tersinggung" karena pelatih Belanda itu marah besar di dressing room.

Bahkan sempet muncul pula rumor bahwa timnas U-23 akan melanjutkan tugas timnas senior di pertandingan Pra Piala Dunia 2014. Kemungkinan itu secara tidak langsung ditepis oleh Koordinator Timnas yang juga salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI, Bob Hippy.

"Pemain U-23 main di senior, tergantung dari pendaftaran awal. Awalnya 18 pemain timnas. Kalau ada kesempatan kenapa tidak. Tapi tentu tidak boleh mengganggu yang judah jalan, karena SEA Games sangat vital buat kami," ujarnya.

Mengenai isu hubungan yang tidak baik antara pemain dengan Rijsbergen, Bob Hippy berharap hal itu tidak berlebihan. Pelatih marah pada pemainnya itu semestinya hal yang biasa dalam sepakbola.

Berikut petikan wawancara dengan Bob Hippy di kantor PSSI, Jakarta, Kamis (8/9/2011);

Banyak yang menginginkan Alfred Riedl kembali ke timnas. Bagaimana kansnya? Apalagi para pemain sudah tersinggung dengan Wim yang memaki-maki pemain di ruang pengganti?

Soal kembali ke Riedl, tidak mungkin sepertinya. Masalah itu masalah sensitif saya rasa karena ini soal profesionalisme.

Kalau soal maki-maki pemain, seperti Fabio Capello memaki-maki Frank Lampard, saya rasa juga normal-normal saja. (Jose) Mourinho juga begitu.

Mungkin karakter Wim ya seperti itu.


Langkah PSSI tenangkan para pemain yang sudah terlanjur emosi dan isunya mengancam akan mogok?

Saya kira kembali kepada diri masing-masing. Ini untuk negara untuk semuanya jadi harus tahan diri. Ini perjuangan harus penuh dengan segala rintangan.

Kami akan berusaha agar mental pemain bisa naik lagi. Kita akan ngomong sama-sama lagi, apa solusi yang terbaik untuk kita. Pokoknya harus hati ke hati lagi menyelesaikan masalahnya.

Kalau pemain menolak perkuat timnas lagi karena mereka sakit hati?

Kalau saya bilang, kenapa harus sakit hati? Apa pernah saya kurangi kewajiban mereka. Soal makian, itu mungkin karakter pelatih masing-masing. Saya rasa kita harus profesional.

Kita terus evalusi, apa yang terjadi apa yang musti dilakukan.

Indonesia akan bertanding lagi melawan Qatar di Stadion Gelora Bung Karno pada 11 Oktober. Training camp (TC) akan dimulai lagi 1 Oktober.


(a2s/rin)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT