"Tujuan kami membangun networking warga asal Malang," kata Panitia Pelaksana (Panpel) Eko Nurcahyo saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Sabtu pagi di lokasi.
Menurutnya, telah banyak warga kelahiran Malang yang sukses di luar maupun di kotanya sendiri, melalui silaturahmi ini dapat menularkan pengalaman yang pernah dijalani hingga meraih kesuksesan.
"Tukar pengalaman serta mempererat silaturahmi mumpung momennya lebaran," ungkapnya. Sementara untuk kongres sendiri bertujuan membangun rasa toleransi sesama Arek Malang, karena itu yang diperlukan saat ini.
Selain itu di akhir kongres akan digalang sebuah perkumpulan atau paguyuban yang akan mewadahi Arema di wilayah ditinggali. "Paguyuban juga akan dirikan di akhir kongres," ujar Eko juga wartawan harian cetak Jawa Timur ini.
Ditanya apakah kongres sebagai wujud konsilidasi di tengah konflik internal di PT. Arema Indonesia, Eko dengan tegas membantahnya. Karena pertemuan ini tak menyinggung persoalan sepakbola, namun bertujuan mempersatukan warga Malang. "Tidak akan ada bicara sepakbola, ini pertemuan arek Malang," akunya.
Ia menambahkan, sejumlah tokoh asal Malang bakal hadir dalam pertemuan ini, termasuk tiga kepala daerah di Malang Raya. Semua berkumpul demi menguatkan tali persaudaraan sesama warga Malang.
Kongres diawali dengan konvoi Aremania menyusuri jalan protokol di Kota Malang yang berakhir di GOR Ken Arok di Jalan Mayjen Sungkono.
(a2s/rin)










































