Riedl, yang memimpin Indonesia di Piala AFF 2010 -- skuad "Garuda" kalah di final dari Malaysia -- diputus kontraknya oleh pengurus baru PSSI pada awal Juli lalu. Namun, hingga kini perihal kompensasi pemecatannya belum tuntas. Riedl kabarnya melayangkan masalah ini ke FIFA.
Di saat urusan tersebut belum selesai, Riedl juga terlibat dalam kontroversi soal pertemuan dirinya dengan beberapa mantan anak buahnya, seusai kalah dari Bahrain di Pra Piala Dunia minggu lalu. Isu bergulir kian panas, beberapa pemain kemudian ditengarai ingin mogok dan mundur dengan alasan tidak suka dengan pelatih saat ini, Wim Rijsbergen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan suara-suara yang masih merindukan Riedl, PSSI telah menegaskan bahwa timnas saat ini tidak akan diutak-atik. Satu-satunya hal tentang Riedl adalah segera menyelesaikan kompensasi kontraknya.
"Yang saya tahu Wolfgang Pikal (mantan asisten timnas) sudah selesai. Kalau satu sudah, Insya Allah yang satu lagi (Riedl) bisa, dengan niat yang baik tentunya," ujar anggota Komite Eksekutif PSSI yang juga Koordinator Timnas, Bob Hippy, di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (13/9/2011) sore.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Pikal pada hari Jumat lalu memastikan bahwa PSSI dan dirinya telah menyelesaikan urusannya. Ia juga menyatakan keinginannya untuk melanjutkan karier kepelatihan di Indonesia, dan menunggu dilamar peminat.
(a2s/din)










































